Please download to get full document.

View again

of 60
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KUALITAS HUBUNGAN TERHADAP KINERJA RANTAI PASOKAN (studi kasus pada PT. Industri Jamu Cap Jago Semarang)

Category:

Computers & Electronics

Publish on:

Views: 8 | Pages: 60

Extension: PDF | Download: 1

Share
Related documents
Description
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KUALITAS HUBUNGAN TERHADAP KINERJA RANTAI PASOKAN (studi kasus pada PT. Industri Jamu Cap Jago Semarang) SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program
Transcript
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KUALITAS HUBUNGAN TERHADAP KINERJA RANTAI PASOKAN (studi kasus pada PT. Industri Jamu Cap Jago Semarang) SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Disusun oleh: SIMPLISIUS F. BERNARD NIM C2A FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011 PERSETUJUAN SKRIPSI Nama Penyusun : SIMPLISIUS F. BERNARD Nomor Induk Mahasiswa : C2A Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Manajemen Judul Skripsi : ANALISIS PENGARUH FAKTOR- FAKTOR KUALITAS HUBUNGAN TERHADAP KINERJA RANTAI PASOKAN (Studi Kasus PT. Industri Jamu Cap Jago Semarang) Dosen Pembimbing : Dr. Yohanes Sugiarto, PH, SU Semarang, 7 Desember 2011 Dosen Pembimbing, (Dr. Yohanes Sugiarto, PH, SU ) NIP PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN Nama Mahasiswa Nomor Induk Mahasiswa Fakultas/Jurusan : Simplisius Fridolin Bernard : C2A : Ekonomi/Manajemen Judul Skripsi : ANALISIS PENGARUH FAKTOR FAKTOR KUALITAS HUBUNGAN TERHADAP KINERJA RANTAI PASOKAN (Studi Kasus Pada PT. Idustri Jamu Cap Jago Semarang) Telah dinyatakan lulus ujian pada tanggal..., Tim Penguji : 1. Dr. Y. Sugiarto, PH, SU (...) 2. Dr. H. Susilo Toto Rahardjo, SE, MT(...) 3. Dra. Retno Hidayati, MM (...) PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI Yang bertandatangan dibawah ini saya, Simplisius F. Bernard, menyatakan bahwa skripsi dengan judul: Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Kualitas Hubungan Terhadap Kinerja Rantai Pasokan, adalah hasil tulisan saya sendiri. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pikiran dari penulis lain, yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya. Apabila saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut diatas, baik disengaja maupun tidak, dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolaholah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima. Semarang, 7 Desember 2011 Yang membuat pernyataan, (Simplisius F. Bernard) NIM :C2A005125 ABSTRACT This study aims to analyze how these factors influence the quality of the relationship (commitment and trust) on the performance of the company's supply chain. The sampling technique used was pusposive sampling. Respondents from this study amounted to 100 respondents, where respondents are supplying raw material at PT. Herbal Medicine Industry Cap Jago Semarang. Data analysis tool used is a Structural Equation Modelling (SEM) which is operated through a program Amos 16. The results of this research data analysis show models were well received and can prove that (1) the trust has a positive effect on relationship quality, (2) the trust has a positive effect on the performance of the supply chain, (3) commitment to a positive influence on relationship quality, (4) commitment positive effect on supply chain performance, and (5) the quality of relationships has a positive effect on the performance of the supply chain Key words: commitment, trust, quality of relationships, supply chain performance. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh faktorfaktor kualitas hubungan (komitmen dan kepercayaan) terhadap kinerja rantai pasokan perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah pusposive sampling. Responden dari penelitian ini berjumlah 100 responden, dimana para responden adalah supplier bahan baku pada PT. Industri Jamu Cap Jago Semarang. Alat analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) yang dioperasikan melalui program Amos 16. Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan model dapat diterima dengan baik dan dapat membuktikan bahwa (1) kepercayaan berpengaruh positif terhadap kualitas hubungan, (2) kepercayaan berpengaruh positif terhadap kinerja rantai pasokan, (3) komitmen berpengaruh positif terhadap kualitas hubungan, (4) komitmen berpengaruh positif terhadap kinerja rantai pasokan, dan (5) kualitas hubungan berpengaruh positif terhadap kinerja rantai pasokan. Kata kunci: komitmen, kepercayaan, kualitas hubungan, kinerja rantai pasokan. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkah dan rahmatnya penulis dapat melaksanakan penelitian pada para pemasok di PT. Industri Jamu Cap Jago Semarang dalam rangka menyelesaikan tugas akhir ini. Dalam tugas akhir ini penulis akan memaparkan hasil penelitian yang didapat dari para pemasok PT. Industri Jamu Cap Jago Semarang. Adapun judul tugas akhir ini adalah Analisis pengaruh faktor-faktor kualitas hubungan terhadap kinerja rantai pasokan. Dalam proses penyusunan tugas akhir ini penulis tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah mendukung dalam bentuk spiritual dan material, baik secara langsung maupun tak langsung. Oleh karena itu penulis berterimakasih kepada: 1. Bapak Prof. Drs. H. Muhamad Nasir, M.Si, Akt, Ph.D, selaku dekan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro beserta para staf pada Dekanat FE Undip. 2. Bapak Dr. H. Suharnomo, SE, M.Si, selaku ketua jurusan Manajemen FE Undip beserta para Staf. 3. Bapak Dr. Yohanes Sugiarto, PH, SU., selaku pembimbing bagi penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini, atas waktu, kesempatan, bimbingan, ilmu pengetahuan dan kebaikan hati yang telah dibagikan dan diajarkan kepada penulis. 4. Bapak Erman Denny Arfianto, SE, MM., selaku wali bagi penulis selama berada di FE Undip atas waktu, kesempatan, ilmu pengetahuan, dan kebaikan hatinya. 5. Pimpinan PT. Industri Jamu Cap Jago Semarang beserta para staf atas ijin dan kesempatan bagi penulis dalam melaksanakan penelitian ini. 6. Para responden yang telah meluangkan waktu dan kesempatan dalam proses pengambilan data. Penulis berupaya menyempurnakan tugas akhir ini, namun penulis menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di mata manusia, oleh karena itu jika terdapat kekurangan dan kesalahan, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun bagi tugas akhir ini. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih, semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi kita semua. Semarang, Februari 2012 Penulis, (Simplisius F. Bernard) NIM C2A005125 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI ABSTRACT ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN i ii iii iv v vi vii viii ix x BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Sistematika Penulisan 12 BAB II TELAAH PUSTAKA Landasan Teori, Hipotesis, dan Penelitian Terdahulu Kerangka Pemikiran 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 31 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional variabel Populasi dan Sampel Jenis dan Sumber Data Metode Pengumpulan Data Metode Analisis 36 BAB IV HASIL DAN ANALISIS Deskripsi Obyek Penelitian Analisis Data Pembahasan 79 BAB V PENUTUP Simpulan Keterbatasan Saran 86 DAFTAR PUSTAKA 90 LAMPIRAN-LAMPIRAN 93 DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Data pemenuhan kontrak supply bahan baku PT. Jamu Jago bulan April - Agustus tahun Tabel 1.2 Data keterlambatan pasokan bahan baku PT. Jamu Jago Bulan April - Agustus tahun Tabel 2.1 The Supply Chain Operations Reference...24 Tabel 2.2 Rangkuman Penelitian Terdahulu...25 Tabel 3.2 Model Persamaan Struktural...39 Tabel 3.2 Model Pengukuran...40 Tabel 3.3 Goodness of Fit Indices...44 Tabel 4.1 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...55 Tabel 4.2 Responden Berdasarkan Jarak dengan PT. Jamu Jago...56 Tabel 4.3 Responden Berdasarkan Lamanya Menjalin Kerjasama...56 Tabel 4.4 Responden Berdasarkan Jenis Produk Yang Disetor...57 Tabel 4.5 Responden Berdasarkan Frekuensi Setor...57 Tabel 4.6 Responden Berdasakan Jumlah Rata-rata Tiap Kali Setor...58 Tabel 4.7 Assesment of Normality...61 Tabel 4.8 Mahalonobis Distance...62 Tabel 4.9 Sample Covarians...64 Tabel 4.10 Evaluasi Kriteria Goodness Fit of Indices...66 Tabel 4.11 Standardized Regression Weights...67 Tabel 4.12 Regression Weights...68 Tabel 4.13 Evaluasi Kriteria Goodness Fit of Indices...69 Tabel 4.14 Standarsized Regression Weights...71 Tabel 4.15 Regression Weights...71 Tabel 4.16 Evaluasi Kriteria Goodness Fit of Indices...74 Tabel 4.17 Estimasi Parameter Regresi...75 Tabel 4.18 Standarsized Residual Covarians Matrics...77 Tabel 4.19 Standardized Direct Effect...80 Tabel 4.20 Standardized Indirect Effect...81 Tabel 4.21 Standardized Tottal Effect...81 DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Ilustrasi Skema Aliran Bahan Baku pada PT. Jamu Jago...7 Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran...28 Gambar 3.1 Diagram Alur Penelitian...40 Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Industri Jamu Jago Semarang...51 Gambar 4.2 Skema proses Produksi Jamu...55 Gambar 4.3 Konstruk Eksogen...66 Gambar 4.4 Konstruk Endogen...70 Gambar 4.5 Full Modell SEM...74 Gambar 5.1 Pengaruh Kepercayaan Terhadap Kinerja Rantai Pasokan...84 Gambar 5.2 Pengaruh Kepercayaan Terhadap Kinerja Rantai Pasokan Melalui kualitas hubungan...84 Gambar 5.3 Pengaruh Komitmen Terhadap kinerja rantai pasokan...85 Gambar 5.4 Pengaruh Komitmen Terhadap Kinerja Rantai Pasokan melalui kualitas hubungan...85 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Kuosioner...93 Lampiran B Tabulasi Data Kuosioner...95 Lampiran C Hasil Olahan Data...100 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan yang sangat ketat menuntut para pengelola bisnis untuk menciptakan model model baru dalam pengelolaan aliran produk dan informasi. Supply chain management (Manajemen Rantai Pasokan) adalah modifikasi praktek tradisional dari manajemen logistik yang bersifat adversial ke arah koordinasi dan kemitraan antar pihak pihak yang terlibat dalam pengelolaan aliran informasi dan produk tersebut (Zabidi, 2001). Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan saat ini adalah keharusan untuk merespon setiap ketidakpastian yang terjadi (Arifin, 2004). Tantangan tantangan tersebut terutama dipicu oleh persaingan yang makin ketat antara sesama perusahaan, antara lain; tuntutan pelanggan akan pelayanan yang cepat dan tantangan yang berkaitan dengan upaya mencari laba serta meningkatkan pertumbuhan perusahaan (Maryanto, 2005). Karena beberapa hal, siklus hidup produk dan teknologi telah mengalami pemendekan, tekanan untuk berkompetisi mengakibatkan tingginya frekuensi perubahan produk, selain itu permintaan konsumen semakin bervariasi dibandingkan sebelumnya (Christopher, 1999, p:1 dalam Arifin, 2004). Arifin, (2004) dan Maryanto, (2005) berpendapat Supply chain (rantai pasokan) adalah sebuah sistem manajemen yang dapat menjawab tantangan tersebut. Teori dan praktik pada manajemen rantai pasokan telah banyak diterapkan pada perusahaan perusahaan. Menurut Heyzer dan Render (2005), Penerapan SCM (supply chain management) yang mengikuti konsep SCM yang benar dapat memberikan dampak peningkatan keunggulan kompetitif terhadap produk maupun pada sistem rantai pasokan yang dibangun perusahaan tersebut. Lebih lanjut Heyzer dan Render (2005) menyatakan bahwa, Perusahaan perlu mempertimbangkan masalah rantai pasokan untuk memastikan bahwa rantai pasokan mendukung strategi perusahaan. Jika manajemen operasi mendukung strategi perusahaan secara keseluruhan, maka rantai pasokan di desain untuk mendukung manajemen operasi (Heyzer and Render, 2005). Hal tersebut didukung oleh pendapat Chopra and Meindl (2007) bahwa, Desain supply chain, perencanaan, dan keputusan operasi memberikan peranan yang penting dalam mementukan keberhasilan atau kegagalan sebuah organisasi. Rantai pasokan telah berkembang menjadi sebuah konsep luas yang meliputi seluruh kegiatan dalam perusahaan, termasuk pemasaran dan operasional perusahaan (Maryanto, 2005). Manajemen rantai pasokan meliputi pengelolaan bidang globalisasi dan alat-alat informasi manajemen (Arizona state university, dalam Maryanto, 2005) yang diintegrasikan dengan kegiatan-kegiatan operasi pabrikasi, pembelian, transportasi, dan distribusi fisik dari bahan-bahan mentah sampai pada terwujudnya kepuasan pelanggan (Michigan state university, dalam Maryanto, 2005). Karena kompleksitas rantai pasokan yang ada sekarang ini maka rantai pasokan dapat menimbulkan perbedaan dalam keuntungan dan kerugian yang diperoleh suatu perusahaan (Maryanto, 2005). Menurut chopra dan meindl, (2007, h.23) there is a close connection between the design and management of supply chain flows (product, information, and funds) and the success of a supply chain. Lebih lanjut Chopra and Meindl, (2007, h.24) menyatakan bahwa Supply chain design, planning, and operation decisions play significant role in the success or failure of a firm. Ada beberapa perusahaan besar yang menurut Chopra dan Meindl (2007) telah berhasil membangun sebuah Desain, perencanan, dan operasi yang superior pada rantai pasokannya, seperti; Wall Mart, Dell computer, dan Seven-Eleven Japan. Akhirnya Chopra dan Meindl (2007) menyimpulkan bahwa; desain, perencanaan, dan operasi rantai pasokan memiliki pengaruh kuat pada profitabilitas dan kesuksesan. Cow, dkk (2008, h.666) berpendapat bahwa. In today s highly competitive environment, it is important to devote the firm s limited resources to creating value and to improving productivity and efficiency.karena menurut Cow, dkk (2008) kepuasan konsumen bisa diterima ketika nilai tercipta. Oleh karena itu, setiap perusahaan dituntut se-efisien mungkin dalam mengelola segala jenis kegiatan di dalam perusahaan sehingga dapat meminimalkan biaya dan resiko serta dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggan. Peningkatan efisiensi, salah satunya dapat dilakukan dengan integrasi kegiatan rantai pasokan perusahaan, agar tidak terjadi kesulitan dalam proses perencanaan operasional. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan Heyzer dan Render et al. (2005 h.4-5) bahwa, Pada saat perusahaan bekerja keras untuk meningkatkan daya saing melalui penyesuaian produk, mutu tinggi, pengurangan biaya, kecepatan ke pasar, mereka memberikan perhatian ekstra pada rantai pasokan. Dewasa ini dunia usaha kontemporer tidak lagi terdiri dari muatan bisnis yang masing masing berdiri sendiri, tetapi telah mengalami sebuah transformasi menuju jaringan dunia usaha yang saling terkait satu sama lain tanpa memperhatikan batas-batas geografis, bangsa dan ras (Maryanto, 2005). Dunia usaha telah memasuki era kompetisi jaringan, dimana keuntungan akan mengalir ke organisasi yang memiliki struktur yang lebih baik, koordinasi dan pengelolaan hubungan dengan rekanan kerja dalam satu jaringan, dengan tujuan untuk dapat mewujudkan hubungan yang lebih baik, lebih cepat dan lebih dekat dengan pelanggan akhir mereka. (Christopher, 1999 dalam Maryanto,2005), Disinilah telihat betapa manajemen rantai pasokan yang efektif dan efisien dibutuhkan oleh sebuah perusahaan yang ingin berkembang dan bertahan dalam persaingan bisnis. Menurut Heyzer dan Render (2005), Kunci bagi manajemen rantai pasokan yang efektif adalah menjadikan para pemasok sebagai mitra dalam strategi perusahaan untuk memenuhi pasar yang yang selalu berubah. Melihat pentingnya kualitas hubungan kerjasama pemasok dan perusahaan dalam mewujudkan kinerja rantai pasokan, sangat tepat apabila ini dimasukkan sebagai variable antasenden yang turut berpengaruh dalam mewujudkan kinerja rantai pasokan perusahaan (Maryanto,2005). Bentuk kerjasama dalam rantai pasokan lazim diartikan sebagai pemfokusan perusahaan dalam mengelola kompetensi inti yang dimilikinya dan memanfaatkan sumber luar untuk melakukan semua aktifitas lain diluar kompetensi inti tersebut (Christopher, 1999, h.2 dalam Ahda, 2009). Menjaga hubungan baik dengan para mitra perusahaan adalah salah satu hal penting yang patut diperhatikan oleh para pelaku bisnis karena suatu keberhasilan dalam kemitraan tidak dapat diraih begitu saja. Keberhasilan melalui kerjasama dicapai melalui peningkatan kinerja perusahaan yang dilandasi dengan hubungan baik (Ahda, 2009). Lebih lanjut Parson (1999, p:1) dan Johnson (1994, p 14) dalam Ahda, (2009) menyimpulkan bahwa kualitas hubungan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan suatu kerjasama, dengan memandang rantai pasokan perusahaan sebagai rantai nilai. Untuk mendapatkan kinerja rantai pasokan yang baik, tentunya rantai pasokan tidak menjadi satu-satunya hal yang harus diperhatikan, tetapai di perlukan perluasan pandangan pada hal-hal lain (Ahda, 2009). PT Industri Jamu Jago merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi jamu (obat tradisional) yang pertama di Indonesia yang berdiri pada tanggal 1 juni 1918 di Wonogiri Jawa Tengah oleh bapak T.K. Suprana yang semula perusahaan ini merupakan industri rumah tangga karena hanya melayani kebutuhan-kebutuhan masyarakat sekitar dan sekarang menjadi sebuah industri besar yang melayani kebutuhan masyarakat di dalam maupun diluar negeri. PT Industri Jamu Jago sekarang beroperasi lima hari dalam seminggu, yaitu pada hari senin sampai jumat. dengan sistem produksi bacth perusahaan beroperasi 24 jam dalam sehari. Adapun produk yang dihasilkan beraneka ragam jenis dan khasiatnya dan bahan baku utamanya adalah rempah-rempah. Dalam memenuhi kebutuhan bahan baku, PT Industri Jamu Jago menjalin kerjasama jangka panjang dengan banyak pemasok, skema aliran bahan baku dari para pemasok ke perusahaan dapat dilihat pada gambar 1.1 dibawah, dimana setiap minggu bahan baku dipasok, namun terdapat kendala dalam kerjasama antara pemasok bahan baku dengan perusahaan yaitu adanya keterlambatan dalam pemasokan bahan baku dan ketidaktepatan dalam pemenuhan kontrak supply bahan baku (Eva Retnowulan 2011,komunikasi Personal, 12 juli). Gambar 1.1 Ilustrasi skema aliran bahan baku pada PT Jamu Jago supplier supplier supplier supplier PT Jamu Jago supplier Gambar 1.1 diatas menunjukan skema aliran bahan baku dari supplier kepada PT Jamu Jago, dimana bahan baku dari para supplier kecil disampaikan kepada supplier besar yang kemudian bahan baku tersebut disampaikan kepada PT Jamu Jago oleh para supplier besar. Berikut data pemenuhan kontrak supply bahan baku PT. Jamu Jago pada bulan April - Agustus Tahun 2011dapat dilihat pada Tabel 1.1 dibawah ini: Tabel 1.1 Data pemenuhan kontrak supply bahan baku PT. Jamu Jago Bulan April Agustus Tahun 2011 Prosentase Bulan Kontrak (Ton) Realisasi (Ton) Pemenuhan Kontrak April 1 ton 1 ton 100% Mei 2 ton 1,9 ton 95% Juni 1,5 ton 1,2 ton 80% Juli 1 ton 0,5 ton 85% Agustus 1,5 ton 1,5 ton 100% Sumber: PT Jamu Jago (2011) Dari data diatas dapat dilihat secara keseluruhan pemenuhan kontrak supply bahan baku pada PT Jamu Jago untuk bulan April Agustus Tahun 2011, dimana pemenuhan kontrak 100% hanya terjadi pada bulan April dan bulan Agustus sedangkan Pada bulan Mei, Juni, dan Juli pemasok tidak memenuhi kontrak. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah dalam pemenuhan kuota produksi perusahaan. Data lain berkaitan dengan keterlambatan dalam menyampaikan bahan baku dari pemasok ke perusahaan pada PT Jamu Jago. Tabel 1.2 menyajikan data tentang keterlambatan dalam memasok bahan baku dari beberapa pemasok yang telah menjalin kerjasama dalam jangka panjang dengan PT Jamu Jago. Tabel 1.2 Data keterlambatan pasokan bahan baku PT Jamu Jago Bulan April Agustus Tahun 2011 Bulan Pemasok (supplier)/jumlah keterlambatan A B C D E F G H I April 1 kali - 2 kali - 1 kali Mei 1 kali 2 kali kali - Juni kali - 2 kali Juli - 1 kali kali - Agustus - 1 kali kali - - Jumlah 2 kali 4 kali 3 kali - 3 kali - 1 kali 3 kali - Sumber: PT Jamu Jago (2011) Tabel 1.2 diatas memberi gambaran tentang ketidaktepatan dalam menyampaikan bahan baku dari beberapa pemasok (supplier) ke perusahaan, hal tersebut juga memberi dampak pada kelangsungan proses produksi perusahaan. Dance (2001) berpendapat bahwa dalam sebu
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks