Please download to get full document.

View again

of 186
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.

GAMBARAN FAKTOR PSIKOSOSIAL DI TEMPAT KERJA PADA PEKERJA TEKSTIL PT. SANDRATEX CIPUTAT TAHUN 2016 SKRIPSI

Category:

Crafts

Publish on:

Views: 90 | Pages: 186

Extension: PDF | Download: 1

Share
Related documents
Description
GAMBARAN FAKTOR PSIKOSOSIAL DI TEMPAT KERJA PADA PEKERJA TEKSTIL PT. SANDRATEX CIPUTAT TAHUN 2016 SKRIPSI Oleh: ANIS ROHMANA MALIK NIM: PEMINATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PROGRAM STUDI
Transcript
GAMBARAN FAKTOR PSIKOSOSIAL DI TEMPAT KERJA PADA PEKERJA TEKSTIL PT. SANDRATEX CIPUTAT TAHUN 2016 SKRIPSI Oleh: ANIS ROHMANA MALIK NIM: PEMINATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2016 i i ii ii iii iii FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Skripsi, Desember 2016 Anis Rohmana Malik, NIM: Gambaran Faktor Psikososial di Tempat Kerja pada Pekerja Tekstil PT. Sandratex Ciputat Tahun 2016 (Xvi halaman, 11 tabel, 12 gambar, 3 lampiran) ABSTRAK Psikososial merupakan kondisi sosial yang mempengaruhi psikologi seseorang. Kondisi psikososial di tempat kerja yang buruk dapat menimbulkan gangguan kesehatan fisik maupun emosional para pekerja, seperti gangguan muskuloskeletal, stres, dan penyakit psikomatis yang menjadi penyebab meningkatnya penyakit akibat hubungan pekerjaan. Walaupun demikian, faktor psikososial bisa dikendalikan agar tetap dalam kondisi yang baik dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan pekerja. Hasil studi pendahuluan di PT. Sandratex menunjukkan bahwa 56% responden (14 dari 25 orang) dalam kondisi yang cenderung bisa mendapatkan stres akibat kerja, sedangkan 44% responden (11 orang) dalam kondisi sangat mudah terkena stres akibat kerja. Penelitian bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor psikososial yang berpotensi dalam menyebabkan masalah kesehatan pekerja. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner COPSOQ II yang mencakup tujuh faktor psikososial. Ketujuh faktor tersebut, antara lain: (1) tuntutan di tempat kerja; (2) organisasi kerja dan konten pekerjaan; (3) hubungan interpersonal dan kepemimpinan; (4) bekerja antarmuka individu; (5) nilai-nilai di level tempat kerja; (6) kesehatan dan kesejahteraan; serta (7) perilaku ofensif. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampelnya berjumlah 110 pekerja pada tiga unit kerja. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kategori baik dari faktor psikososial di PT. Sandratex sebesar 46%. Faktor perilaku ofensif mempunyai besar persentase kategori baik paling tinggi (76,4%). Sedangkan kondisi terburuk berada pada faktor tuntutan di tempat kerja (39,1%). Untuk meminimalisir dampak buruk dari faktor psikososial di tempat kerja, sebaiknya perusahaan mengupayakan sistem reward baik berupa materi maupun apresiasi terhadap hasil kerja untuk meningkatkan motivasi bagi pekerja serta menciptkan komunikasi secara lebih aktif antara manajemen dengan pekerja. Kata kunci: faktor psikososial, tuntutan di tempat kerja, perilaku ofensif. Daftar bacaan: 69 ( ) iv FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES PROGRAM STUDY OF PUBLIC HEALTH OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY Undergraduated Thesis, December 2016 Anis Rohmana Malik, NIM: Description of Psychosocial Factors at Work Place in Textile Workers of PT. Sandratex Ciputat 2016 (Xvi pages, 11 tables, 12 images, 3 appendixes) ABSTRACT Psychosocial is a social conditions that influence a person s psychology. Psychosocial conditions in poor workplace can cause physical health and emotional problems of workers, such as musculoskeletal disorders, stress and psychosomatic illness which cause increasing of occupational diseases. However psychosocial factors can be controlled in order to keep worker in good condition and does not adversely affect their health. Study result in PT. Sandratex showed that 56% of respondent (14 of 25 person) in the condition that can get work stress, while 44% of respondent (11 person) in the condition very easy to get work stress. This study aimed to analyze psychosocial factors that potentially cause health problems of workers. The research instrument used was a questionnaire COPSOQ II covering seven psychological factors. The seven factors are: (1) the demands of the workplace; (2) the organization of work and job description; (3) interpersonal relationships and leadership; (4) working in individual interfaces; (5) the values at workplace level; (6) health and wellbeing; and (7) offensive behavior. This study was a descriptive study with quantitative approach. The samples were 110 employees at three works unit. Sampling was taken by simple random sampling method. The result showed that representation of psychosocial factor in a good category at PT. Sandratex is 46%. Offensive behavior factor has the highest percentage in good category (76,4%). Meanwhile, the worst condition are in demand factors in the workplace (39,1%). To minimize the adverse impacts of psychosocial factor in the workplace, the company should to apply reward system, that can be given in material or appreciation for hard work to increase worker motivation and to create active communication between management and worker. Key words: psychosocial factor, demand in workplace, offensive behavior. References: 69 ( ) v DAFTAR RIWAYAT HIDUP IDENTITAS PERSONAL Nama : Anis Rohmana Malik Tempat, Tanggal Lahir : Trenggalek, 24 Januari 1995 Agama : Islam Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : RT 23 RT 09 Ds. Durenan, Kec. Durenan, Kab. Trenggalek, Jawa Timur. No. Telp. : PENDIDIKAN FORMAL : TK Dharma Wanita III Durenan, Trenggalek : SDN I Durenan, Trenggalek : MTs Negeri Bandung, Tulungagung : MAN 2 Tulungagung 2012 Sekarang : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta PENGALAMAN ORGANISASI Peer Educator Penanggulangan HIV/AIDS Mts Negeri Bandung ( ). OSIS Mts Negeri Bandung Departemen Pendidikan HAM, Demokrasi Politik, dan Kepemimpinan (2008). Peserta semi final olimpiade Fisika Nasional-UNAIR (2011). Peserta 10 Besar olimpiade Matematika Tingkat MA se-kabupaten Tulungagung (2011). Jurnalistik MAN 2 Tulungagung ( ). OSIS MAN 2 Tulungagung Departemen Pendidikan HAM, Demokrasi Politik, dan Kepemimpinan ( ). vi Deputi PSDM PAMI (Pergerakan Anggota Muda IAKMI) Jakarta Raya ( ). Anggota Departemen Pengembangan Masyarakat BEM J Kesmas UIN Jakarta ( ). Ketua Departemen Kemahasiswaan HMPS Kesmas UIN Jakarta ( ). Anggota Departemen IT FSK3 (Forum Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja) UIN Jakarta ( ). Anggota Departemen IT TCYC (Tobacco Control Youth Club) Batch I ( ). Anggota Departemen Science FSK3 (Forum Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja) UIN Jakarta ( ). Enumerator dan Peng-entry data Penelitian Riskesdas (2013). Peng-entry Data Penelitian Dompet Duafa (2014). Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah pada ajang SAA (Student Achievement Award) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2016). Asisten Dosen Biostatistik ( ). Relawan PON (Pekan Olahraga Nasional) Jabar (2016). PELATIHAN Peserta Pelatihan Peer Educator Penanggulangan HIV/ AIDS tahun Peserta LDK-BS (Latihan Dasar Kepemimpinan Bagi Siswa) MAN 2 Tulungagung tahun Peserta Pelatihan Jurnalistik MAN 2 Tulungagung Tahun Peserta Training SMK3 Based on OHSAS dan PP No. 50 tahun 2012 tahun Peserta workshop Keselamatan pada Proses Industri tahun Peserta Tobacco Control Youth Camp: Pelatihan Advokasi Bagi Mahasiswa dengan tema Membangun Kerangka Kerja dan Peran Strategis Mahasiswa dalam Upaya Advokasi Pengendalian Tembakau tahun Peserta workshop Manajemen Kebakaran tahun vii Peserta workshop Analisis Risiko di Tempat Kerja tahun Peserta workshop Ergonomi di Tempat Kerja tahun Peserta Capacity Building on Tobacco Control Movement di hotel Aston tahun viii KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, segala puji kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan nikmat-nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Gambaran Faktor Psikososial Di Tempat Kerja pada Pekerja Tekstil PT. Sandratex Ciputat Tahun 2016 ini dengan semaksimal mungkin. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, yang mana atas seizin Allah mampu membawa peradaban manusia dari zaman Jahiliyah menuju zaman Islamiyah yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah skripsi yang terdapat di semester VIII pada peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam proses penyusunan skripsi, peneliti mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Keluarga tercinta, kedua orang tua saya, Bapak Imam Malik dan Ibu Istikomah, adik saya Alwi Maulana Malik, serta seluruh keluarga besar yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu, yang dengan do a, restu serta dukungan yang diberikan tanpa mengenal batas waktu hingga akhirnya peneliti mampu mencapai pendidikan hingga saat ini di jenjang universitas. 2. Ibu Dr. Iting Shofwati, S.T, MKKK selaku pembimbing I dan Bapak dr. Yuli Prapancha Satar, MARS selaku pembimbing II yang senantiasa memberikan arahan dan motivasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian skripsi ini. 3. Bapak Dr. Farid Hamzens, M.Si selaku penguji I, Ibu Nur Najmi Laila, SKM, MKKK selaku penguji II, dan Ibu Putri Handayani, SKM, MKKK selaku penguji III yang dengan sabar memberikan saran serta arahan terhadap penyelesaian skripsi ini. 4. Ibu Fajar Ariyanti, Ph.D selaku Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta para dosen Kesehatan Masyarakat atas semua ilmu yang telah diberikan. ix 5. Pihak manajemen dan karyawan PT. Sandratex yang telah memberikan izin serta kerjasamanya selama proses penelitian dan penulisan skripsi. 6. Sahabat-sahabat saya (Halida dan Putri) yang selalu memberikan dukungan dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 7. Teman kosan (Ida, Tantri, Hanif, Ukhty, dan lain-lain) yang ikut mendukung dalam penyelesaian skripsi. 8. Teman-teman peminatan K3, HMPS Kesehatan Masyarakat, serta C-ngers Kesehatan Masyarakat 2012 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu. Dan hanya dengan do a kepada Allah SWT yang bisa peneliti berikan untuk mereka agar segala kebaikan mereka dicatat sebagai amal shaleh di hadapan Allah SWT dan menjadi tambahan berat timbangan kebaikan di akhirat nanti. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran yang membangun senantiasa peneliti harapkan agar dapat dijadikan masukan di waktu mendatang. Semoga skripsi ini dapat mendatangkan manfaat kepada peneliti khususnya dan kepada seluruh pembaca secara keseluruhan. Jakarta, Oktober 2016 Peneliti x DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING... i LEMBAR PERSETUJUAN PENGUJI... ii LEMBAR PERNYATAAN... iii ABSTRAK... iv DAFTAR RIWAYAT HIDUP... vi KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xvii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Pertanyaan Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Ruang Lingkup BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Psikososial Proses Adaptasi Tubuh terhadap Kehadiran Faktor Psikososial Gangguan Kesehatan Akibat Dampak Negatif dari Faktor Psikososial Faktor-faktor Pembentuk Psikososial Tuntutan di Tempat Kerja Organisasi Kerja dan Konten Pekerjaan Hubungan Interpersonal dan Kepemimpinan xi 2.4.4 Bekerja antarmuka Individu Nilai-nilai di Level Tempat Kerja Kesehatan dan Kesejahteraan Kepribadian Perilaku Ofensif Pengukuran Faktor Psikososial Pencegahan Dampak Negatif dari Faktor Psikososial Kerangka Teori BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL Kerangka Konsep Definisi Operasional BAB IV METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Lokasi dan Waktu Populasi dan Sampel Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuesioner Uji Validitas Uji Reliabilitas Pengolahan Data Analisis Data BAB V HASIL Profil PT. Sandratex Ciputat Tangerang Selatan Gambaran Umum PT. Sandratex Ciputat Tangerang Selatan Visi dan Misi PT. Sandratex Ciputat Tangerang Selatan Struktur Organisasi Ciputat Tangerang Selatan Gambaran Faktor Psikososial pada Pekerja Tekstil di PT. Sandratex Ciputat Tahun xii 5.3 Gambaran Faktor Psikososial pada Pekerja Tekstil di PT. Sandratex Ciputat Tahun 2016 berdasarkan Umur Gambaran Faktor Psikososial pada Pekerja Tekstil di PT. Sandratex Ciputat Tahun 2016 berdasarkan Masa Kerja Gambaran Faktor Psikososial pada Pekerja Tekstil di PT. Sandratex Ciputat Tahun 2016 berdasarkan Unit Kerja BAB VI PEMBAHASAN Keterbatasan Penelitian Gambaran Faktor Psikososial pada Pekerja Tekstil di PT. Sandratex Ciputat Tahun Tuntutan di Tempat Kerja Organisasi Kerja dan Konten Pekerjaan Hubungan Interpersonal dan Kepemimpinan Bekerja antarmuka Individu Nilai-nilai di Level Tempat Kerja Kesehatan dan Kesejahteraan Perilaku Ofensif BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran Bagi Perusahaan Bagi Peneliti Selanjutnya DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xiii DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Perbedaan antara Stres Kerja dengan Burn Out Tabel 2.2 Klasifikasi Depresi Tabel 2.3 Daftar Kuesioner Psikososial Tabel 2.4 Faktor Psikososial Tabel 3.1 Definisi Operasional Tabel 4.1 Daftar Jumlah Tenaga Kerja di PT. Sandratex Tahun Tabel 4.2 Jumlah Sampel per Unit Tabel 4.3 Tabel 5.1 Tabel 5.2 Tabel 5.3 Uji Reliabilitas Kuesioner Psikososial di PT. Argopantes Tahun Distribusi Proporsi Faktor Psikososial berdasarkan Umur di PT. Sandratex Ciputat Tahun Distribusi Proporsi Faktor Psikososial berdasarkan Masa Kerja di PT. Sandratex Ciputat Tahun Distribusi Proporsi Faktor Psikososial berdasarkan Unit Kerja di PT. Sandratex Ciputat Tahun xiv DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Bagan Kerangka Teori Gambar 3.1 Bagan Kerangka Konsep Gambar 5.1 Bagan Struktur Organisasi PT. Sandratex Ciputat Gambar 5.2 Gambar 5.3 Diagram Distribusi Proporsi Faktor Psikososial di PT. Sandratex Ciputat Tahun Grafik Distribusi Proporsi Faktor Psikososial di PT. Sandratex Ciputat Tahun Gambar 5.4 Grafik Distribusi Proporsi Setiap Item Faktor Psikososial di PT. Sandratex Ciputat Tahun Gambar 5.5 Gambar 5.6 Gambar 5.7 Gambar 5.8 Gambar 5.9 Grafik Distribusi Proporsi Setiap Item pada Faktor Organisasi Kerja dan Konten Pekerjaan... Grafik Distribusi Proporsi Setiap Item pada Faktor Hubungan Interpersonal dan Kepemimpinan Grafik Distribusi Proporsi Setiap Item pada Faktor Bekerja Antarmuka Individu Grafik Distribusi Proporsi Setiap Item pada Faktor Nilai-nilai di Level Tempat Kerja Grafik Distribusi Proporsi Setiap Item pada Faktor Kesehatan dan Kesejahteraan Gambar 5.10 Grafik Distribusi Proporsi Setiap Item pada Faktor Perilaku Ofensif xv DAFTAR LAMPIRAN Lembar Legalitas Penelitian dari PT. Sandratex Kuesioner Penelitian Output SPSS xvi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tenaga kerja mempunyai peranan yang penting bagi pembangunan negara. Oleh karena itu, perlu diperhatikan mengenai aspek kesehatan dan keselamatan mereka, khususnya ketika sedang berada di tempat kerja. Terdapat banyak hal yang dapat mengganggu produktivitas tenaga kerja di tempat kerja, seperti bahaya fisik, kimia, biologi, mekanis, ergonomi, dan psikososial (Jeyaratnam dan Koh, 2009). Maka dari itu, tidak jarang berbagai kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja sering dirasakan oleh para pekerja. Berdasarkan data dari International Labour Organization (ILO) tahun 2013 dalam Kementerian Kesehatan (2014), pada setiap 15 detik terdapat setidaknya satu orang pekerja di dunia yang meninggal akibat kecelakaan kerja dan sebanyak 160 pekerja mengalami sakit akibat kerja. Sedangkan pada tahun sebelumnya, ILO melaporkan bahwa angka kematian akibat kecelakan dan penyakit akibat kerja (PAK) terdapat 2 juta kasus per tahun. Hal ini membuktikan bahwa angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja di dunia masih sangat tinggi. Berdasarkan hasil laporan pelaksanaan kesehatan kerja pada 26 Provinsi di Indonesia tahun 2013 diketahui terdapat kasus penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan. Hal ini diungkapkan sebagai angka yang tidak menggambarkan keadaan yang sesungguhnya karena 1 banyak kasus yang tidak terdeteksi atau terdiagnosis. Oleh karena itu, masih perlu dilakukan upaya promotif dan preventif yang lebih untuk mengatasi kasus kecelakaan maupun penyakit akibat kerja di tempat kerja (Kementerian Kesehatan, 2014). Pada beberapa kasus di negara maju, faktor-faktor fisik, kimia, dan biologi sudah cenderung bisa dikendalikan karena mudah terlihat, sehingga gangguan kesehatan akibat faktor-faktor tersebut sudah banyak berkurang. Namun saat ini justru faktor ergonomik dan faktor psikososial yang perlu menjadi perhatian lebih (Irwandi, 2007). Faktor psikososial yang merupakan salah satu bahaya di tempat kerja kerap kali tidak disadari oleh para pekerja maupun pihak manajemen. Perlu diketahui bahwa pekerja sering mengalami situasi dan lingkungan kerja yang tidak kondusif, seperti bekerja dalam shift, beban kerja yang berlebihan, bekerja monotoni, mutasi dalam pekerjaan, tidak jelasnya peran kerja, serta konflik dengan teman kerja. Semua aspek tersebut merupakan beberapa faktor psikososial yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan fisik, mental maupun emosional para pekerja, seperti gangguan muskuloskeletal, stres, dan penyakit psikomatis yang menjadi penyebab meningkatnya penyakit akibat hubungan pekerjaan (Kementerian Kesehatan, 2011). Sedangkan pada beberapa hasil penelitian diketahui bahwa stres, kelelahan, serta motivasi kerja termasuk ke dalam faktor yang sangat rentan dalam menyebabkan kecelakaan kerja (Maurits dan Widodo, 2008). Hasil penelitian Govindu dan Reeves (2014) terhadap 60 buruh di Amerika menyebutkan bahwa faktor psikososial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kejadian low back pain, yang merupakan salah satu jenis 2 gangguan muskuloskeletal. Pada penelitian tersebut diperoleh data bahwa faktor risiko paling dominan yang ada merupakan faktor psikososial dengan presentase sebesar 36%, kemudian diikuti oleh faktor individu dengan presentase 21%, dan faktor pekerjaan sebesar 18%. Sedangkan penelitian lain yang dilakukan di Jepang terhadap pekerja usia pertengahan (middle-age) diketahui bahwa terdapat 204 kasus gangguan kardiovaskular yang berhubungan dengan lama jam kerja dan stres kerja. Dari 204 kasus yang ada, 123 diantaranya mengalami stoke, 50 orang mengalami gagal jantung akut, 27 orang mengalami infraksi miokardinal, dan 4 lainnya mengalami pecahnya pembuluh aorta jantung. Pada kasus ini diketahui bahwa para pekerja menghabiskan waktu lebih dari 60 jam selama seminggu, lembur berlebihan yaitu lebih dari 50 jam setiap bulan, serta tetap bekerja lebih dari setengah dari liburan tetap mereka (Uehata, 1991). Perlu diketahui bahwa waktu maksimal yang diperkenankan untuk bekerja selama satu hari adalah 8 jam atau 40 jam dalam seminggu. Bekerja melebihi jam yang seharusnya dapat menyebabkan penurunan kebugaran tubuh dan kelelahan (UU No. 13 Tahun 2003). ILO menyatakan bahwa terdapat sebanyak dua juta pekerja meninggal karena kecelakaan kerja akibat faktor kelelahan setiap tahun. Penelitian Maurits dan Widodo (2008) membuktikan bahwa faktor kelelahan secara signifikan dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Penelitian lain dari Kurniawati dan Sholikhah (2012) dan Roshadi (2014) menyatakan bahwa kelelahan kerja secara signifikan mempunyai hubungan negatif terhadap kinerja dan produktivitas kerja karyawan. Artinya, semakin tinggi tingkat kelelahan karyawan, semakin rendah kinerja dan produktivitas kerjanya. 3 Dari contoh penelitian yang disebutkan diketahui bahwa faktor psikososial seringkali berada di sekitar tenaga kerja, baik disadari maupun tidak disadari. Lama kerja yang melebihi batas maksimal akan membuat beban kerja meningkat. Beban kerja merupakan salah satu faktor psikososial yang perlu diwaspadai (Pejtersen dkk, 2010). Pada sebuah penelitian di Indonesia ditemukan faktor psikososial lain berupa dukungan sosial. Dukungan sosial yang rendah dapat mengakibatkan masalah kesehatan tertentu terkait pekerjaan. Dalam hal ini ditemukan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan stres kerja. Hubungan antara dukungan sosial dan stres kerja di PT. Chanindo Pratama Piyungan Yogyakarta mempunyai p- value sebesar 0,048. Ini berarti bahwa dukungan sosial mempunyai peranan t
Similar documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks